Saksi Kunci Kasus e-KTP Meninggal, Bunuh Diri Atau Dilenyapkan?

TribunHot.com – Saksi Kunci Kasus e-KTP Meninggal, Bunuh Diri Atau Dilenyapkan? – Kasus meninggalnya saksi kunci mega proyek korupsi e-KTP menjadi pertanyaan besar bagi seluruh masyarakat indonesia benarkah saksi ini meninggal bunuh diri di Apartementnya di Amerika. 6dewa Agen Judi Sakong BandarQ Domino99 Capsa Susun Bandar Poker Indonesia

Saksi yang dibutuhkan oleh KPK untuk membongkar mega proyek korupsi e-KTP ini ditemukan tewas di apartemennya Jumat (11/8) yang langsung di konfrimasi Febri di gedung KPK.

“Informasi benar Johannes Marliem meninggal dunia. Tapi kami belum dapat informasi rinci karena peristiwanya terjadi di Amerika,” ujar Febri di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).

Kembali lagi ke ini permasalahan, mengingat saksi kunci ini memegang bukti kuat keterlibatan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam mega korupsi yang merugikan negara lebih dari 2.5 Triliun Rupiah, benarkah kematian dari saksi kunci ini adalah murni bunuh diri atau memang di lenyapkan untuk menghilangkan Jejak tersangka Korupsi?.

Kematian Johannes ini mau tidak mau memang pada akhirnya disangkutpautkan dengan kasus E-KTP. Apalagi Johannes sudah diblowup sedemikian rupa sebagai saksi kunci yang memiliki bukti rekaman pertemuan sebesar 500 GB. Bukti itulah yang diyakini akan dengan mudah menjerat para tersangka E-KTP.

Johannes memang dijadikan ulasan khusus oleh Tempo terkait pengetahuan dan pemahamannya terkait kasus E-KTP. Johannes bahkan dalam wawancaranya kepada Tempo memberikan sebuah tantangan dan ancaman bahwa dia bisa menjerat siapa saja dengan bukti yang dipegangnya.

Kasus meninggalnya saksi kunci mega proyek korupsi e-KTP menjadi pertanyaan

Berikut pernyataan Johannes saat diwawancarai oleh Tempo.

“Tujuannya cuma satu: keeping everybody in honest,” kata Johannes Marliem.

“Hitung saja. Empat tahun dikali berapa pertemuan. Ada puluhan jam rekaman sekitar 500 GB,” kata dia. Johannes Marliem bahkan menantang, “ Mau jerat siapa lagi? Saya punya,” ujarnya.

Wawancara yang dilakukan pertengahan Juli tersebut memang membuat heboh. Bukan hanya rakyat biasa tetapi terlebih oleh orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus ini. Kalau benar Johannes memegang bukti rekaman pertemuan, maka dengan mudah saja menjerat siapa saja yang bermain dalam kasus ini.

Tetapi apa yang diucapkan oleh Johannes tersebut malah menjadi sebuah ancaman balik bagi dirinya. Tantangan yang diberikannya sadar atau tidak akan membuat kubu yang terlibat dalam kasus E-KTP akan menjadikan dirinya sasaran. Sasaran untuk balik diancam supaya tidak membuka semua rahasia tersebut atau membungkamnya selamanya.

Tantangan tersebutlah yang menurut saya menjadi sangat wajar kalau kematian Johannes dikaitkan dengan kasus E-KTP. Peristiwa ini semakin memperkuat bahwa kasus E-KTP ini bukan kasus biasa dan sepertinya menyangkutpautkan seseorang yang punya akses yang tinggi. Sehingga bisa melakukan teror seperti ini.

Kematian Johannes ini sempat juga menimbulkan horor karena akun twittwernya sempat membuat status baru. Tetapi status tersebut akhirnya dihapus tidakk berapa lama kemudian. Sempat ada yang menggoreng adanya keanehan dan kejanggalan bahwa akunnya kena hack. Penjelasan masuk akal adalah cuitan tersebut adalah cuitan otomatis.seperti penjelasan akun twitter berikut..

Warta🌐Politik™‏ @wartapolitik

Itu twit otomatis dari feed yg terpasang di akun itu. Kami lihat ada bbrp situs yg feed-nya dipasang termasuk http://nature.com

Saksi Kunci Kasus e-KTP Meninggal, Bunuh Diri Atau Dilenyapkan?

Ancaman dan teror dari kasus E-KTP ini bukan isapan jempol. Memang sangat terbukti bahwa kasus ini penuh dengan usaha teror. Saksi lain Maryam bahkan harus mengubah kesaksiannya karena diduga juga mendapatkan ancaman dan teror. Bahkan sempat menghilang dan menjadi buronan. Teror juga dilakukan pada penyidik KPK, Novel Baswedan, yang sempat diduga juga ada sangkut pautnya dengan kasus ini.

Belum lagi teror berlapis yang dilakukan oleh DPR dengan akal-akalan pansus hak angket. Pansus ini terornya lebih mengerikan lagi. Semua intansi dikorek demi membeberkan kelemahan-kelemahan KPK yang ujung-ujungnya seperti ingin membubarkan KPK.

Anehnya, pansus ini senang kalau keburukan KPK disampaikan oleh orang dan instansi yang diperiksa tetapi kesal kalau ada instansi yang tidak menjelek-jelekkan KPK. Seperti yang dilakukan LPSk yang dituding berpihak kepada KPK karena keterangannya tidak ada yang menjelek-jelekkan KPK.

Syukurnya sekarang ini adalah pemerintahan yang tidak bisa diatur dan dikendalikan oleh partai politik sekalipun itu adalah partai politik pendukung pemerintah. KPK tetap didukung dan membongkar habis semua tersangka dalam kasus E-KTP ini. Kasus yang sebelumnya begitu susah untuk diungkapkan.

KPK pun tetap menyatakan komitmennya untuk terus mengungkapkan kasus ini sampai tuntas. Komitmen yang tentunya harus disertai dengan keberanian yang luar biasa serta antisipasi saksi dan bukti yang juga harus diperketat. Jangan sampai kasus ini akhirnya dibungkam dengan hilangnya saksi dan barang bukti.

Teror-teror yang terjadi dan bahkan matinya saksi kunci Johannes Marliem membuat kasus E-KTP ini tidak bisa lagi dianggap kasus biasa. Publik harus terus mengawasi karena sepertinya ada nama besar yang terlibat selain Setya Novanto. Apakah E-KTP menyentuh orang-orang dalam Istana saat itu?? Dugaan saya bisa jadi. Karena pastinya semua ini atas “ridho” sang pucuk pimpinan.

Mungkinkah Ini murni bunuh diri atau memang ada ‘sesuau’?

6dewa Agen Judi Sakong BandarQ Domino99 Capsa Susun Bandar Poker Indonesia

6Bola Agen Judi Bola Casino Online Togel Sabung Ayam Terpercaya

BANDAR757 Agen Sakong Judi BandarQ Domino99 Bandar Poker Online Terpercaya

BandarQ Agen Sakong Judi AduQ Capsa Bandar Poker BdDomino

Tips Dan Cara Menang Bermain BandarQ di Situs Judi 6dewa

Rahasia Agar Menang Terus Saat Bermain Game BandarQ

Tips dan Cara Menang Bermain Game Poker di Situs 6dewa

 

Comments

comments

Tribun Hot

Tribun Hot - Berita Terkini Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *